banner 728x250

LSP Pers Indonesia Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) di Manado

banner 120x600
banner 468x60

BerandaManado, Manado – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia menggelar Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) kepada jurnalis di Sulawesi Utara (Sulut).

Kurang lebih ada 10 wartawan yang mengikuti sertifikasi kompetensi untuk skema Muda dan Utama. Selasa (9/7/2024)

banner 325x300

LSP Pers Indonesia (LSP PI) merupakan satu-satunya lembaga sertifikasi wartawan yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia.

Kegiatan SKW digelar di Tempat Uji Kompetensi (TUK) organisasi Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), bertempat di Universitas Nusantara Manado.

Asesor yang mengasesmen peserta SKW yaitu Ketua LSP Pers Indonesia, Heintje G. Mandagie.

Wakir Rektor IV Universitas Nusantara, Lucky Mangkey saat mengikuti SKW Wartawan Utama

Para peserta SKW merupakan jurnalis yang berasal dari Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kota Manado, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kota Bitung.

Sebelum melakukan SKW, General Manager LSP PI, Meytha Kalalo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Koordinator LSP PI, Indonesia Timur, Zulkifli Liputo dan Koordinator Sulawesi Utara, Jerry Uno.

Sehari sebelum pelaksanaan sertifikasi, LSP PI menggelar Pra SKW dengan pemateri wartawan senior Sulut dan nasional, Deky Geruh.

Heintje G. Mandagie, Ketua LSP Pers Indonesia mengungkapkan, SKW mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Khusus Wartawan yang sudah diregistrasi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

“Ini hanya salah satu kekhususan SKW, karena untuk memperoleh lisensi BNSP itu, ada ribuan syarat lain yang harus dipenuhi. Makanya, LSP Pers Indonesia (adalah) satu-satunya lembaga sertifikasi bagi wartawan yang diakui pemerintah Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakan Mandagie, semua lembaga negara di Indonesia, termasuk kepolisian, kejaksaan bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensyaratkan personelnya harus mengantongi sertifikat yang dikeluarkan LSP sesuai bidang profesinya.

“Jika (sekelas) KPK saja wajib ikut LSP (lisensi) BNSP, masak masih ada pihak yang meragukan SKW di LSP Pers Indonesia dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal serta melanggar ketentuan,” ujar Mandagie yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) itu.

Oleh karena itu dia meminta agar semua wartawan yang telah mengantongi sertifikat SKW LSP PI dapat memberikan penjelasan kepada pihak-pihak yang masih meragukan keabsahan SKW ini.

“Mungkin saja mereka mendapatkan informasi yang tidak tepat dan tidak akurat tentang SKW LSP PI. Bilang saja bahwa ini sertifikat yang dikeluarkan oleh negara. Jika produk negara tidak lagi diakui oleh warga negara, apalagi oleh penyelenggara negara kita, lalu aturan mana yang mau diikuti,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Koordinator LSP PI Indonesia Timur, Zulkifli Liputo, yang didampingi Koordinator Sulut Jerry Uno mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar SKW di empat kota yakni Tomohon, Tondano, Manado dan Airmadidi.

Selain empat kota tersebut, kata keduanya, banyak wartawan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sudah menyatakan keinginannya mengikuti SKW LSP PI.

Peserta SKW Skema Wartawan Utama yang mengikuti Sertifikasi ini antara lain Wakil Rektor IV bidang Kerja Sama dan Telematika Universitas Nusantara Manado, DR. Lucky Mangkey, SE., M.Kom. DEA dan Pemimpin Redaksi media BerandaManado dan SulutMagazine, Dayke Rarobong, SE

“Alhamdulilah, Puji Tuhan. Kita mendapat support penuh pemerintah setempat dan juga topangan pihak-pihak lain yang telah bersedia menjadi mitra kerja,” papar Liputo dan Uno.

(Zulkifli Liputo)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *